Sampang, Tretan.news - Untuk meningkatkan pengetahuan para Pasangan usia Subur (PUS) terhadap Alat Kontrasepsi Metode Kontrasepsi
Jangka Panjang (MKJP) di Kecamatan Kedungdung,Balai penyuluh KB Kecamatan kedungdung Gelar Sosialisasi MKJP dan PUS bagi yang belum ber KB.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di pondok kesehatan desa (ponkesdes) Gunung eleh, kecamatan kedungdung, kabupaten Sampang Madura.
Pantauan awak media tretan.News dilokasi sebanyak 25 orang peserta atau akseptor, dan ikut hadir HJ. ST. Elifah sebagai koordinator penyuluh KB kecamatan beserta anggota penyuluh KB lainnya dan dilanjutkan dengan pengawalan Pada PUS untuk mengikuti pelayanan yang dilaksanakan langsung oleh Erni selaku bidan desa setempat.
Hj St Elifa Selaku koordinator balai penyuluh KB kecamatan kedungdung mengatakan bahwasanya Hingga saat ini mash banyak masyarakat yang belum mengetahui secara fulgar apa saja keunggulan dari penggunaan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
“IUD bisa di gunakan dalam jangka panjang
dengan masa penggunaan hingga 8 tahun. IUD
juga tidak mengandung hormonal,”Ucapnya. Rabu (15/6/22).
Ia juga menjelaskan perbedaan IUD dengan implan, IUD yang di pasang di dalam alat
kelamin wanita, sedangkan implan ini di pasang
di bawah kulit lengan kanan atau lengan kiri
sesuai keperluan.
"Bahwa implan merupakan KB yang mengandung hormon memang benar dan ada efek sampingnya seperti mentruasinya tidak lancar bahkan tidak men sama sekali, bisa kegemukan atau kurus dan efek samping lainya,"jelasnya.
Diakhir Eli kerap sapaan nya tersebut Berharap melalui pelayanan MKJP, Masyarakat utamanya PUS mulai mengenal keistimewaan dr kontrasepsi jangka panjang diantaranya pengaruh tentang estetika.
“Karena tadi yang saya lakukan kasih wktu kepada ibu-ibu calon akseptor sebelumnya saya bekali dan pemantapan dulu. Dan Diharapkan bisa mengajak yang lain supaya bisa mengalihkan perhatian mereka yang kadang-kadang ada salah satu yang cemas . Takut sakit lah, takut liat darahnya lah dlll,”tutupnya.
Jurnalist: (Yusuf)

