-->

Notification

×

Iklan

Iklan 728x90

Indeks Berita

Oknum Petugas Pendamping KPM Desa Pajeruan Sampang Diduga Gelapkan Dana Bansos PKH.

Kamis, 18 Agustus 2022 | 18.05 WIB Last Updated 2022-08-18T15:36:41Z

 


Sampang, tretan.news - Kartu ATM program keluarga harapan (PKH) yang seharusnya di pegang Keluarga Penerima Manfaat ( KPM), malah diduga diminta oleh salah satu oknum petugas pendampingnya inisial (NH).


Tak hanya itu, inisial (NH) ini diduga menggelapkan dana bantuan PKH di daerah dampingannya, yakni di Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang.


Dari hasil penelusuran awak media Tretan.news di lokasi, ada sekitar empat KPM diduga telah ambil atau digelapkan oleh pendampingnya yang berinisial (NH). hal itu disampaikan oleh Pandi selaku Ketua Kelompoknya.


“Kartu ATM yang seharusnya di pegang penerima  bantuan PKH malah diminta mengumpulkan ke pendampingnya selama tiga hari untuk melakukan pencairan,” Ungkapnya Kamis, (18/08/22).


Pandi juga menjelaskan, Sebelum kartu ATM PKH disetorkan ke (NH), dirinya sudah melakukan pengecekkan terlebih dahulu di Brillink terdekat, untuk memastikan saldonya terisi tidaknya, dan ternyata dari ke empat kelompoknya sudah terisi semua.


"Karena hati saya curiga, dan sebelum Kartu ATM di setor ke (NH), dan untuk memastikan saldonya terlebih dahulu mas, saya mengecekkan dulu ke BRI Link terdekat, dan hasilnya sudah terisi semua," jelasnya.


Akan tetapi, Setelah ATM disetor ke (NH), Inisial (NH) malah bilang yang ke empat kelompoknya itu tidak menerima bantuan untuk bulan ini. 


“Untuk ke empat KPM, untuk bulan ini belum menerima bantuan,” Ujarnya sambil meniru kata-kata oknum pendamping tersebut.


“Setelah ATM dikembalikan oleh (NH), saya coba cek lagi ternyata saldonya sudah benar-benar tidak ada hanya ada yang berisi empat ribu rupiah,” timpalnya Pandi.


Sementara Suliha salah satu KPM setelah mengetahui kejadian tersebut mengeluh akan bantuan yang seharusnya didapatkan malah raib tidak jelas, dan merasa resah akan terjadi seperti ini lagi.


“Masak iya diambil inisial (NH) ini ya, kalau memang iya saya tidak habis fikir semoga saja uang tersebut dikembalikan dan bisa meminta maaf kepada KPM yang merasa dirugikan,” Pungkasnya. 


(Man/Mois/Tretan.news)

×
Berita Terbaru Update